Perdagangan Manusia, TKI dan Buruh Paksa

Ilustrasi (Dok. Felix Kusmanto)

Perdagangan Manusia merupakan aktivitas kriminalitas tertua di dunia. Dan ianya merupakan suatu industri universal yang tidak tertakluk kepada suatu negara untuk beroperasi. Menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO) , di anggarkan terdapat kira-kira 12.3 juta orang dewasa dan anak-anak yang terlibat dalam perdagangan manusia khususnya sebagai buruk paksa dan pengeksploitasian sex secara komersial.

Perdagangan manusia bisa juga di artikan perdagangan dan perniagaan yang melibatkan pergerakan  atau migrasi manusia secara  tidak sah dan secara paksa. Mulai dari perekrutan, pengangkutan, perlindungan dan pengambilan manusia dengan tujuan perbudakan, pelacuran dan buruh paksa.
sedangkan bagi anak-anak  perdagangan manusia meliputi : pelacuran, adopsi anak secara ilegal, perkawinan anak-anak, di jadikan tentara secara paksa,pengemis maupun di eksploitasi untuk tujuan keagamaan.

Pada masa kini, perdagangan manusia masih terus berlaku dan di lakukan secara terencana dan pergerakannya lebih sistematis.  Kalau dulu apabila mereka mencari mangsa adalah dengan merayu dan menculik mangsa di daerah pedalaman, namun kini mereka telah melakukan dengan berbagai cara yang lebih menarik dan sistematis. Contohnya adalah mengiklankannya di berbagai media dan internet dengan menawarkan berbagai janji manis dan selanjutnya memperdaya mangsa.

Apakah TKI dan Buruh Paksa termasuk kategori perdagangan manusia ?

Umumnya banyak yang tidak menyadari wujudnya perdagangan manusia di sekitar kita. Perdagangan manusia dalam konteks  buruh yang lebih luas adalah melibatkan mereka yang direkrut untuk bekerja tanpa kerelaan diri dipaksa melakukan berbagai kerja dan tidak mendapat pelayanan selayaknya sebagai seorang pekerja.

Banyak dari TKI kita yang menjadi mangsa perdagangan manusia, pada asalnya mereka di janjikan pekerjaan dan telah di paksa bekerja melebihi kemampuannya. Dan gajinya akan di ambil oleh sindiket untuk beberapa waktu  sampai lunas hutang ongkos untuk biaya perjalanan dan kemasukan mereka ke sesuatu negara tertentu. Umumnya para PRT (pembantu rumah tangga) yang sering menjadi korban dalam contoh di atas. Baik yang bekerja di  dalam negeri maupun di luar negeri seperti Timur tengah, Asia Timur, Malaysia dan Singapura.

Biasanya mangsa akan di dera, di kurung, di eksploitasi untuk bekerja lebih dari kemampuan, di kawal dengan ketat serta di ancam akan di serahkan kepada pihak yang berwajib apabila melanggar aturan sang majikan. Karena terkadang sang majikan telah membayar terlebih dahulu kepada sindeket tadi. Dan tidak menutup kemungkinan perdagangan manusia ini juga menyumbang dan menyebabkan para TKI/TKW kita di dera sampai di bunuh di luar negeri.

Bagi TKI Ilegal contoh nyatanya adalah di depan para aparat kita. Coba kita lihat di sekitar pelabuhan Dumai , Tanjung Balai Asahan , Tanjung Pinang Batam, Pontianak dan perbatasan Kalbar dan kota Kuching ,Serawak. Para aparat kita sudah tahu kalau mereka ke Malaysia bukan untuk jalan-jalan/turis, tapi masuk ke Malaysia untuk bekerja secara ilegal.
Mereka biasanya di rekrut dengan berbgai cara seperti penipuan,bujuk rayu, janji palsu, di paksa dengan kekerasan, godaan dan ancaman serta penculikan dan pemalsuan.
Berapa banyak saudara kita yang menjadi pelacur secara paksa ? Berapa banyak korban-korban yang melarikan ke KBRI setempat ?
Dan bagi TKI yang berdokumen adalah kerja yang di janjikan sering kali tidak sesuai, bahkan berbeda sektor dengan yang di janjikan. Contohnya mereka di janjikan bekerja di perhotelan, nyatanya mereka di pekerjakan di ladang kelapa sawit. Atau  mereka di janjikan  bekerja di sektor cleaning service namun nyatanya di pekerjakan sebagai pembantu rumah.

Memberantas Perdagangan Manusia

Semua pihak harus berwaspada dan bekerja sama dalam memberantas kriminalitas yang tidak berperikemanusiaan ini. Usaha ini tidak akan berhasil tanpa penglibatan semua pihak baik pemerintah, LSM, badan sukarela dan publik sendiri diperlukan  bagi menangani  perdagangan manusia ini.
Sekiranya anda mengetahui ada unsur-unsur kasus perdagangan manusia dalam khusunya buruh paksa segera laporkan kepada pihak yang berwajib atau kepada pihak yang bersangkutan.

Berikut adalah tanda-tanda perdagangan manusia atau penyelundupan migran :

    • Ruang penginapan yang sesak dan terlalu penuh
    • Pekerja tinggal dengan majikan dan tidak diberi kesempatan berbicara dengan orang luar
    • Dokumen pengenalan pribadi di pegang majikan
    • Semua pergerakan di kawal dengan ketat
    • Tidak bebas bergerak
    • Kesan lebam di badan atau ada tanda-tanda di pukul
  • Tingkah laku yang menunjukkan ketakutan , tertekan dan terlalu taat pada majikan.

Apabila ada tanda-tanda di atas segera laporkan kepada pihak yang berwajib.
Marilah kita bersama-sama berusaha menghentikan perdagangan manusia.

 

Aha! Why don't you leave a comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s