Rahasia Fenomena Kedai 7-Eleven Jakarta

Suasana 7 Eleven Jakarta

“Dua hal yang fenomenal di Jakarta: Seven eleven dan sepedaan Fixie” –Okki, Mahasiswa

Menurut mahasiswa salah satu universitas di Jakarta ini, kedai 7-Eleven atau 711 (baca: seven eleven) adalah salah satu dari dua hal yang paling fenomenal di Jakarta saat ini, paling tidak di kalangan anak-anak muda Jakarta.

Fenomena kedai 711 ini seakan mengajak kita untuk  flashback ke era munculnya kedai Circle K yang banyak digandrungi anak-anak muda pada saat itu. Saat itu ramai anak muda menobatkan Circle K sebagai tempat ‘nongkrong’ alternatif yang terkesan cool atau keren.

Namun demikian agaknya efek fenomena 711 akan lebih bertahan lama bahkan meninggalkan Circle K dibelakang akibat beberapa pendekatan yang lebih unggul.

Pendekatan Unggul Kedai 7-Eleven

Pertama dan terpenting, kedai 711 di Jakarta dari pertama dirancang tidak hanya sebagai toko kelontong atauconvenience store, tapi juga diposisikan sebagai tempat untuk menikmati hidangan baik di dalam ruangan ataupun diluar selama 24 jam. Tidak heran dekorasi, suasana, suhu udara pencahayaan lampu di dalam 711 dibuat sedemikian rupa sehingga pengunjung merasa betah menghabiskan waktu mereka.

7-11 di Thailand (Felix Kusmanto)

Walau menggunakan nama yang sama, fasilitas diatas adalah hal yang tidak mungkin ditemukan di Thailand dan Malaysia sebagai umpama. Di dua negara ini, 711 dapat jejerkan sekelas alfamart dan indomart yang hanya fokus menyediakan kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari plus produk unggulan Slurpee, Gulp dan Big Bite tentunya. Tidak heran 711 Jakarta lebih fenomenal dibanding dua merk diatas.

Kedua, masih berhubungan dengan fasilitas yang ada. Modern Putra Indonesia selaku manajemen 711 sepertinya telah melakukan riset marketing yang sangat jitu. 711 seakan-akan menjadi jawaban atas budaya masyarakat Jakarta yang hobby nongkrong dan ngobrol-ngobrol dengan biaya murah meriah.

711 menjadi alternatif kedai semacam Starbuck, Coffe Bean dan lain-lain untuk ngobrol-ngobrol dan surfing internet.

Ketiga, 711 memperbolehkan pelanggannya  untuk membuat, mencampur dan menambahkan isi produk unggulannya (Slurpee, Gulp dan Big Bite) sesuka hati. Hal ini bisa dikatakan sangat menarik bagi anak muda yang cenderung mencari kebebasan dalam berkreasi dan bereksperiment sesuai minat.

Membuat sendiri apa yang akan dinikmati memberikan perasaan tersendiri yang memancing rasa ingin mencoba lagi dan lagi, alhasil pembeli puas dan penjual pun puas. Cara efektif ini dapat di lihat dari beberapa produk lain di Jakarta seperti Frozen yogurt Sour sally yang juga merupakan sebuah fenomena beberapa tahun lalu.

Walau Fenomenal Namun Masih Rugi

Walau fenomenal dan sudah berdiri sejak 3 tahun lalu, usaha 711 yang di usung distributor FujiFilm di Indonesia ini ternyata masih mengalami kerugian per 2011 ini. Namun demikian, beritanya pihak manajemen 711 dalam waktu dekat akan menjadikan 711 sebagai usaha waralaba yang berarti membuka kesempatan bagi para pengusaha kecil menengah untuk ikut serta membuka 711 layaknya membuka Alfamart dan Indomart.

Pertanyaannya bagaimana nasib warung-warung kelontong kecil yang ada di lingkungan kita sekarang?

Adalah peran kita semua dan pemerintah untuk memberikan edukasi pentingnya memberikan nilai atau valuelebih dalam berniaga. Kehadiran 711 yang fenomenal di antara alfamart, indomart, dan Circle K membuktikan bahwa dalam berniaga dalam pasar yang relative sempit akibat banyaknya kompetitor tidak menutup kemungkinan sebuah inovasi dan permintaan pasar asalkan sebuah produk memiliki sebuah nilai lebih, dalam hal 711 nilai lebih tersebut adalah fasilitas tambahan dan kebebasan pengunjung untuk membuat hidangan mereka sendiri.

Salam

Felix Kusmanto

Tulisan ini juga di publikasikan di blog Kompasiana saya http://www.kompasiana.com/felixkusmanto

5 thoughts on “Rahasia Fenomena Kedai 7-Eleven Jakarta

  1. beda banget yah 7E malay ama indo, di sini tuh keliatan sepi soalnya orang gak pake singgah, di Jakarta malah jadi trend bahkan sampai dapat label “anak gaul pasti nongkrong di 7E” hahahaha

    • Hahahaha…yauda chil kita buat trend yuk d KL..kita nongkrong di 711 malay..mao? hehehe ajak kawan2 di APIIT..NOngkrong bareng with PPI..hahahaha pasti di cengin…haha

      chil blognya private ya? wordpressnya..klo gak ak list.

  2. di deket kos saya, kira2 hanya beberapa ratus meter, ada tuh 7eleven..
    setiap kali saya lewat pasti selalu ramai dng orang yg nongkrong2, entah jam 5 sore, 8 malam, 1 pagi, sampai jam 5 pagi juga selalu ramai…
    saya setiap kali lewat selalu bingung…kok ga pernah sepi ya?? hahha

    • Hehehe..iya itulah ron…jadi fenomena..gak tau kapan berentinya..hehe..gimana kos di deket UI ron..rame terus ya? gimana kuliah? gw mo buat satu tulisan…nanti yang itu lu harus baca..karena sesuai jurusan lu..klo lu minat abis baca tulisan itu bilang ya..hehehe

      • iya rame lix, tp ga serame 7eleven di deket sini lix, hehe…

        oke, gw tunggu tuilsan lu selanjutnya lix..siplah,..

Aha! Why don't you leave a comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s