Saat Asing Me-rental Pulau Kecil Indonesia

“Indonesia is extremely beautiful” adalah satu dari banyak ungkapan yang sering terlontar dari bibir wisatawan manca negara. Ungkapan tersebut bukanlah sebuah basa basi belaka, melainkan sebuah ungkapan yang menjelaskan secara singkat dan padat fakta keindahan gugusan pulau-pulau yang memanjang dan membentuk negara Indonesia, sang jambrut khatulistiwa.

Seiring habisnya liburan, ungkapan di atas akan terbang pulang bersama para wisatawan manca negara tersebut dan menjadi tagline promosi informal pesona wisata Indonesia yang efektif. Semakin banyak yang mendengar, semakin banyak yang datang dan mencoba sendiri secantik apakah Indonesia.

Secara alami, semakin tingginya permintaan atau demand terhadap pariwisata Indonesia akan di respon oleh kalangan orang yang menyebut dirinya pengusaha atau entrepreneur sebagai sebuah kesempatan.  Kesempatan ini kemudian menjadi sebuah hal yang senantiasa perlu untuk di telusuri potensinya. Bahkan ada kemungkinan potensi-potensi wisata Indonesia seperti wisata sejarah, kuliner, bahari, alam, budaya, belanja dan lain-lain dilebur menjadi satu.

Hadirnya Pihak Asing Sebagai Pengelola Pulau Kecil

Dalam hal penggarapan potensi wisata Indonesia ternyata pengusaha nasional bukanlah pemain tunggal. Pemerintah juga telah menawarkan pengusaha asing untuk mengelola potensi wisata Indonesia, terutama untuk mengelola pulau-pulau kecil di tanah air (Kompas, 11/11). Cara ini disebutkan selain untuk mengembangkan potensi wisata juga di promosikan sebagai sebuah terobosan untuk meningkatkan dan memperdayakan ekonomi masyarakat pulau kecil.

Pengusaha asing tentu saja dengan senang hati akan melirik kesempatan yang tersedia ini, bahkan  tidak jarang para pengusaha asing ini kemudian datang dengan persiapan lebih baik dari pada pengusaha nasional dari berbagai hal, sebagai contoh, dari strategi pemasaran, kekuatan finansial, standard pelayanan dan lain-lain.

Seperti halnya dalam dunia bisnis, kehadiran kompetitor lain tentu akan memberikan sebuah tantangan yang sekaligus menjelma sebagai ancaman bagi seorang pengusaha. Pengusaha nasional diharapkan dapat juga ikut bersaing dalam menciptakan strategi pemasaran yang efektif, standard pelayanan yang manusiawi dan dapat menawarkan nilai saing yang lainya. Namun ancaman bagi pengusaha nasional hanya satu jika tidak dapat bersaing, gulung tikar dan membiarkan pengusaha asing mengambil secara keseluruhan kesempatan yang tersedia di pasar.

Ekonomi Masyarakat Setempat

Selain perhatian yang di tujukan kepada pengusaha nasional dalam bersaing dengan pengusaha asing, perhatian penting lainnya juga di tujukan kepada masyarakat setempat yang menjadi target dari pemberdayaan ekonomi.  Oleh karena itu kajian dan evaluasi yang berkelanjutan perlu di lakukan agar dapat mengetahui dengan benar apakah ekonomi masyarakat setempat atau dalam hal ini masyarakat di pulau kecil benar-benar telah terbedayakan. Karena fakta di lapangan terkadang berlainan dan bahkan menjadi semakin jauh dari harapan.

Selain evaluasi yang berkelanjutan, makna pemberdayaan ekonomi perlu di jabarkan dari awal dengan lebih jauh, jelas dan kongkrit. Agar tidak tercipta sebuah persepsi yang berbeda-beda. Apakah pemberdayaan ekonomi yang di maksud hanya berorientasi terhadap peningkatan pendapatan untuk memberi makan istri dan anak-anak atau lebih dari itu, seperti cukupnya pendapatan untuk menabung, memberi kesempatan anak mengeyam pendidikan tinggi yang pada akhirnya dapat mengangkat kehidupan keluarga dan masyarakat setempat.

Peran Pemerintah

Peran pemerintah yang senantiasa penting disini agar jangan membiarkan ketimpangan terjadi dan mengakibatkan masyarakat setempat tidak merasakan dampak kehadiran pariwisata. Lebih-lebih jangan juga sampai kejadian serupa seperti di salah satu wilayah Indonesia dimana pariwisata di agungkan namun tidak membawa pemberdayaan ekonomi yang merata di masyarakatnya.

Bali sebagai contohnya, sebagai daerah target utama pariwisata Indonesia saat ini sudah ramai di jamuri pengusaha-pengusaha asing dengan resort-resortnya yang mewah dan besar. Tarif yang di tawarkan juga bervariasi dari menengah keatas sampai tarif atas, semuanya disesuaikan dengan suasana lingkungan yang ditawarkan. Bahkan ada resort menawarkan harga yang mencapai angka 40 juta rupiah per malam. Pertanyaannya apakah yang masyarakat setempat dapatkan? Belum lagi villa-villa yang tersebar di pulau dewata namun bukan berstatus sebagai tempat resmi pariwisata. Apa yang pemerintah dapatkan? Hanya Pajak Bumi bangunan (PBB)? Tidak sedikit masyarakat setempat yang menyatakan Bali sudah punya orang asing.

Peran preventif pemerintah

Peran preventif pemerintah sangat di harapkan jauh dari awal sebelum pihak asing mengelola pariwisata Indonesia, apalagi di pulau-pulau kecil yang jauh dari jangkauan. Aturan yang rigid atau kaku diperlukan agar dapat melindungi dan benar-benar dapat membawa pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat setempat dan bahkan bagi para pengusaha nasional.

Disamping melalui usaha peraturan-peraturan, usaha di lapangan juga dirasa perlu. Sebagai contoh, penyuluhan dan workshop dalam hal kewirausahaan adalah penting dalam membuka persepsi agar masyarakat dapat memberdayakan ekonomi mereka secara mandiri.

Hal ini agar masyarakat dapat memanfaatkan kehadiran pariwisata dan juga tidak terlalu tergantung pada pihak asing yang juga rentan mengakibatkan pengganguran jika pihak asing menutup usaha mereka. Penyuluhan lainnya seperti pentingnya menabung, pentingnya kesehatan dan pendidikan juga sama pentingnya agar taraf hidup masyarakat setempat dan tidak hanya berorientasi memenuhi sehari-hari saja.

Jangan biarkan pariwisata Indonesia yang sangat berpotensi tidak mampu menaikan taraf hidup manusia Indonesia dan bahkan cenderung merugikan.

Tulisan ini pernah saya kirimkan ke surat kabar KOMPAS. Namun sayangnya tulisan ini dikembalikan karena pihak KOMPAS tidak dapat menemukan tempat yang cukup untuk tulisan ini.

Aha! Why don't you leave a comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s