Yuk Sekolah! Ada Makan Siang Gratis

Gambar dari Google

There’s no such thing as a free lunch”

“Tidak ada yang namanya makan siang gratis”

Beberapa hari yang lalu saya berkenalan dengan teman baru asal Mauritius ( Sebuah negara kepulauan kecil di sebelah tenggara benua Afrika). Dalam percakapan ringan kami, teman saya berbicara dalam bahasa inggris seperti yang tertulis di atas. Kalimat itu membuat saya diam untuk sejenak. Apa yang ada di benak saya adalah sebuah film dokumenter berdurasi 15 menit dengan judul India’s Free Lunch yang pernah saya tonton. Dengan cepat kemudian saya menanggapi teman saya, “Tunggu! Ngomong-ngomong ada loh makan siang gratis..saya tidak becanda..itu ada”. Dan dia terkejut.

Saya pribadi sanggat senang dengan film dokumenter ini. Pertama dikarenakan film ini mencoba menunjukan secara objektif bahwa mitos atau anggapan tidak ada sesuatu hal pun yang gratis di dunia ini tidaklah tepat. Kedua, karena kemudian saya tahu bahwa program makan siang gratis ini ditujukan awalnya kepada para pelajar dari golongan ekonomi bawah yang dalam masa pertumbuhan (dibawah 15 tahun).

Makan Siang Gratis di Sekolah India (sedikit cerita)

Program ini awalnya di mulai dari provinsi paling selatan India yaitu Tamil Nadu pada tahun 1983. Namun setelah 21 tahun program ini berjalan dan mendorong provinsi ini menjadi provinsi yang paling tinggi dalam tingkat kemampuan menulis dan membaca (literate). Dengan hasil itu kemudian Parlemen India mengintruksikan semua provinsi agar menerapkan program serupa. Dari Tamil Nadu program ini menjadi program nasional yang telah berhasil memberi makan 120 Juta pelajar di India.

Manfaat dari Makan Siang Gratis di Sekolah

Manfaat dari program ini sangatlah bervariasi dan manfaatnya dapat di lihat dari berbagai sudut pandang yang saling berkaitan.

Dari Sudut pandang pendidikan, program ini secara tidak langsung dapat mendorong peningkatan konsentrasi dan motivasi belajar para pelajar yang dapat mengarah pada peningkatan tingkat pendidikan para pelajar.  Menurut para psikolog dan ahli pendidikan, termasuk Drs. Hendra Surya, 2komponen diatas merupakan bagian dari 3 komponen utama dari proses belajar (Minat, konsentrasi dan  motivasi). saat perut terisi, maka konsentrasi juga pada umumnya meningkat dan situasi ini memungkinkan banyak materi dari sekolah yang dapat secara efektif terserap. Dan yang pasti tingkat kehadiran siswa akan meningkat.

Dari sudut pandang kesehatan menunjukan bahwa gangguan gizi siswa dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Menurut survei anemia sering terjadi pada pelajar SD yang pada akhirnya sering mengakibatkan pelajar mengalami Lemah, Letih, Lesu, Lelah, dan Lunglai. Atau bahkan pingsan. Di India, dengan adanya program ini, para siswa menjadi lebih kuat dan tidak mudah jatuh pingsan saat siang hari.

masih dari sudut pandang kesehatan, program makan siang gratis dari sekolah juga dapat mengurangi bahaya dari makanan cepat saji atau fast food (dikenal juga sebagai junk food) yang sebenarnya dapat memicu bahaya obesitas terhadap anak-anak.

Dari Sudut pandang sosial, kehadiran program ini diharapkan dapat mengurangi tingkat putus sekolah yang dapat berdampak pada munculnya masalah-masalah sosial lainnya seperti tingkat penggunaan obat-obatan, pengganguran, tindakan kriminal dan masalah sosial lainnya.

Dari Sudut pandang psikologis , dengan situasi perut terisi maka kondisi psikis akan menjadi relatif lebih tenang sehingga para pelajar menjadi dapat lebih berpikir secara rasional dan dan tidak mudah terpancing secara emosional.

Pendanaan Program Makan Siang Gratis

Namun setiap program tentu membutuhkan dana, dan menciptakan program berskala nasional bukanlah hal mudah. Oleh karena itu ada baiknya jika program serupa dimulai dari bentuk yang paling kecil sebagai pilot project.

Seperti umumnya diketahui, pendidikan mempunyai dampak yang luas. Dan sudah sebuah kewajiban bagi negara untuk menjadkan pendidikan sebagai sebuah hal penting atau prioritas dalam program kerja. Oleh karena itu opsi pertama pendanaan pertama tentunya di harapkan dari pemerintah sendiri.

Tidak sedikit negara di dunia yang sudah memulai program ini sejak lama, Contoh Amerika (sejak 1946) dan Jepang. Apakah mustahil bagi negara berkembang untuk ikut serta? Jawabanyna tidak. Contoh India dan Jamaica juga sudah memulai program ini.

Harap-harap nanti program semacam ini masuk kedalam APBN/APBD seperti yang pernah ditulis oleh peserta sandwich program DIKTI, Tiurma V Sinaga dalam tulisan berjudul Makan di Sekolah dari APBN/APBN

Opsi kedua Seperti yang sudah banyak di lakukan LSM-LSM saat ini. Memulai dengan dana swdaya. Dan Opsi ketiga adalah memanfaatkan trend CSR (Corporate Social Responsibility) perusahan-perusahan besar yang beroperasi di Indonesia untuk ikut serta dalam mendanai program ini. Tentu hal ini merupakan peluang yang baik, karena uang yang diberikan akan berguna secara langsung bagi masyarakat.

Jangka Panjang Program Ini

Jangka panjang program ini adalah potensial dan berdampak positive, namun, seperti di ketahui semua pihak bahwa praktek korupsi di Indonesia masih lah tinggi. Oleh karena itu perlu dipersiapkan langkah-langkah preventif terhadap isu ini. Jangan sampai program semacam ini menjadi lahan baru bagi pihak tidak bertanggung jawab.

Langkah-langkah yang bisa diambil ada beberapa hal. Pertama meningkatkan peranan publik terhadap pengawasan program ini disetiap sekolah-sekolah. Peranan publik ini bisa berupa hak publik untuk mendapatkan laporan transparan terhadap anggaran program tersebut dan penyalurannya dan pengawasan pada umumnya. Kedua adalah pembetukan badan swasta yang mewadahi jalannya program ini di setiap sekolah-sekolah. badan swasta ini menjadi wadah partisipasi publik dan menjadi alternatif pengawasan praktek korupsi dari pihak pemerintah.

Apakah program ini memungkinkan?

Pada umumnya semua hal dapat dilaksanakan di Indonesia. hanya di perlukan komitmen dan pergerakan pertama. Indonesia pernah mencatat program serupa pada awal 1990 lewat Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), pada tahun 2003 Program Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Namun entah kemana kelanjutannya.

Bahkan program makan gratis ini pernah menjadi program kerja Calon Bupati Pangkep, Taufik. Ini adalah bukti bahwa ini adalah mungkin. Sekali lagi, hanya di perlukan komitmen dan siapa yang akan memulainya.

Semoga bermanfaat bagi penerus bangsa dan Negara.

Sumber Pendukung:

India’s free lunch (youtube)

Tingkat Pendidikan di India

Cara konsentrasi belajar oleh Drs. Hendra Surya

Makan di Sekolah dari APBN/APBN oleh Tiurma V Sinaga

3 thoughts on “Yuk Sekolah! Ada Makan Siang Gratis

  1. gue jd bacain tulisan” lo dr td. heheh. i’m particularly excited by this proposal. jd pgn ngejalanin suatu hari nanti.

    terimakasi inspirasi nya =)

Aha! Why don't you leave a comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s