Propoganda Ideologi Pancasila

Penanaman Ideologi Negara Penting. Itulah salah satu judul artikel kecil di salah satu sudut halaman Koran KOMPAS rabu, 12 Agustus 2009. Sebuah artikel yang muncul akibat adanya fenomena baru-baru ini, munculnya kembali aksi-aksi terorisme di Negara kita tercinta, Indonesia. Ideologi dipilih untuk di bahas dalam artikel ini karena erat kaitannnya dengan kenyataan bahwa aksi-aksi terorisme ini dijalankan berdasarkan atas perbedaan ideologi. Saya ingat saat media mengatakan bahwa salah satu alasan mereka (Teroris) melakukan aksinya dikarenakan presiden SBY menjalankan pemerintahan yang lebih mirip dengan pemerintahan Negara-negara barat, dan hal ini bertentangan dengan ideology mereka.

Bicara mengenai ideologi, Pancasila adalah idelogi harga mati bagi Negara Indonesia. Sebuah ideologi yang bebas dari campur tangan barat ataupun timur. Sebuah ideologi murni bangsa Indonesia yang di rancang secara hati-hati oleh founding father Negara ini. Lalu mengapa harus di ragukan? Kenapa beberapa orang tidak bertanggung jawab itu meragukan dan mencoba menabrakan dengan ideology lain?

Saya ingat saat saya masih SD, pengajaran pancasila sangat gencar pada saat itu. Saat itu Negara masih di bawah kepemimpinan mantan presiden Suharto. Presiden yang kadang dibenci namun juga dirindukan. Presiden yang memegang kendali atas beberapa hal penting Negara. Militer, media, dan lain lain. Saya rasa langkah-langkah yang beliau ambil ada benarnya.

Menurut pandangan saya, Negara patut tetap meningkatkan penanaman ideologi Negara ke lapisan masyarakat manapun. Baik dari segi umur, pekerjaan atau apalah. Semua harus di tanamkan. Dalam bahasa pemahaman saya dalah PROPOGANDA IDIOLOGI. Tidak peduli walau ini terdengar sedikit negative. Karena propaganda identik dengan cara yang dilakukan Negara-negara fasis jaman dahulu untuk dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat pada saat itu. Lihat jerman dengan nazinya, lihat jepang saat perang dunia kedua, lihat Russia dengan komunismenya. Bagaimana mereka menggunakan berbagai cara untuk melancarkan propaganda untuk mempengaruhi masyarakat. Media mereka gunakan. Televisi, radio, surat kabar, poster, baliho-baliho. Mungkin itu salah satu yang pemerintah kita bisa lakukan. Melakukan PROPOGANDA IDEOLOGI PANCASILA MELALUI MEDIA.

Saya melihat penempatan media televisi/layar lebar di titik2 jalan ibu kota, di dalam halte, di dalam bus kota merupakan cara yang baik. Selagi masyarakat melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Mereka tetap dapat pesan-pesan yang di sampaikan. Jadi ibarat sambil menyelam minum air. Radio, surat kabar, baliho, INTERNET! Bisa melakukan hal serupa dan lebih efektif rasa-rasanya.  Nazi dan Russia berhasil? Kita juga pasti bisa. Negara tetangga saja bisa. Sebagai contoh, pemerintah Malaysia memutar video-video keberhasilan pemerintah dalam beberapa hal dalam televisi di bus. Dan itu memberikan efek yang besar bagi para pengguna bus.

Bagaimana? Apakah kita perlu melakukan hal serupa? Hal ini perlu agar para masyarakat yang tidak lagi duduk di bangku SD tetap ter ingat-ingat dengan idelogi Negara. Karena perlu kita pahami beberapa teroris bukanlah orang Indonesia. Mereka adalah pendatang dari Negara lain. Yang tentunya ideologinya bukan pancasila. Dan mereka merekrut orang-orang dari wilayah yang memungkinkan untuk di cuci otaknya untuk dimasukkan ideologi-ideologi yang bertentangan dengan pancasila. Wajar saja mereka mudah di cuci otaknya.

Namun selain idelogi Negara. Rasa-rasanya banyak hal yang perlu di perhatikan oleh Negara agar idelogi dan kesatuan Negara tetap terjaga. Salah satunya adalah rasa nasionalisme dan kesejahteraan masyarakat Negara Indonesia.

Aha! Why don't you leave a comment?

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s